
Durian sering disebut sebagai si raja buah. Mendengar namanya, sudah terbayang di benak pecinta duren akan legitnya rasa yang dihasilkan. Terlebih bila duren yang dinikmati memiliki tekstur daging yang tebal. Di Kecamatan Doko, ada durian jenis Rosulin yang menjadi primadona baru para pencinta raja buah. Durian ini merupakan hasil persilangan antara durian montong dan durian lokal.
Durian ini dikembangkan oleh Rosulin warga Desa Genengan, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar.Rosulin kemudian menamai durian itu seperti namanya. Persilangan dua jenis durian ini dilakukan sejak delapan belas tahun silam. “Awalnya dulu dicoba sama yang namanya pak Sarjono. Hasilnya lumayan. Setelah itu coba saya kembangkan lagi, nah, baru tahun 1996 hasilnya mulai kelihatan dagingnya tebal dan beratnya bisa sampai sembilan kilogram,” kata Rosulin, Rabu (10/10/2018).Rosulin sendiri sehari-hari bekerja sebagai pembibit tanaman produktif. Di rumahnya, banyak dijumpai berbagai jenis pohon buah seperti alpukat, durian dan sawo.Saat durian temuannya sudah menunjukkan hasil, ia pun menawarkan ke para tetangga. Minimnya sarana promosi pada dasawarsa sembilan puluhan, membuat rosulin dipasarkan dari mulut ke mulut.